Nasional,
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemiskinan ekstrem di Indonesia sudah direncanakan di periode ke 2 kepemimpinannya; di 2024 nanti sudah pada posisi Nol (0).
Hal itu disampaikan Presiden di sela-sela mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, yang juga dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan para Petinggi PDI Perjuangan pada pertengahan Juni 2023 lalu.
Menurut Jokowi pihaknya akan kerja keras dan mati-matian untuk itu, namun terkendala oleh adanya Covid-19. Namun ujar Jokowi, ia masih meyakini kemiskinan ekstrem tersebut bisa turun drastis.
"Karena nama dan alamat sudah ada semuanya; artinya kalau kita mau fokus kesana dan supaya kita tahu anggaran untuk bantuan sosial," ujar Jokowi kala itu.
Ditambahkannya, negara Indonesia bukan cuma besar tapi sangat besar sekali; di atasnya hanya infrastruktur di bawahnya bantuan sosial; artinya menurut Jokowi, kalau targetnya itu sudah kelihatan nama dan alamatnya; akan mudah menyampaikan, hanya saja diperlukan kerja yang konsolidasi dengan Kementerian, Lembaga, juga Pemerintah Daerah, semuanya bersama-sama.
Tapi benar kah kemiskinan ekstrem di Indonesia sudah 0 persen seperti ditargetkan pada 2024 tersebut ? Ternyata tidak alias zonk. Data dari Pemerintah sendiri menyebut di penghujung Januari 2025 terdapat seridaknya 3,1 juta warga yang tergolong miskin ekstrem. ©Jurnalisia™
👀 17378
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.