courtesy : seruji.co.id |
Ir. H. Pangeran Muhammad Noor.
Namanya diabadikan menjadi nama bendungan/waduk di Riam Kanan yang berlokasi di wilayah Kabupaten Banjar kalsel; waduk untuk pengairan/irigasi dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Pada Tahun 1935 hingga 1939, Ir. H. Pangeran Muhammad Noor duduk sebagai Anggota Volksraad (Dewan Rakyat) di masa pemerintahan Kolonial Belanda, beliau menggantikan ayahnya Pangeran Muhammad Ali yang mewakili Kalimantan.
Beliau merupakan Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), kemudian pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum di bawah Pemerintahan Kabinet (Parlementer) Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dan Kabinet Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja, serta merupakan Gubernur Pertama Propinsi Kalimantan yang beribukota di Banjarmasin yang kini adalah ibukota Propinsi Kalsel.
Pada 1973 Ir. H. Pangeran Muhammad Noor dianugerahi Bintang Mahaputra Utama, dan dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2018.
;Urang Banjar' ini merupakan orang terpelajar di masanya tak kalah para tokoh dari daerah lainnya. Beliau menamatkan Sekolah Teknik Tinggi di Bandung; Technische Hoogeschool (THS) pada tahun 1927 dan meraih gelar akademik sebagai Insinyur, atau 1 tahun setelah Ir. Soekarno menamatkan pendidikannya di sekolah yang sama, jadi Ir. H. Pangeran Muhammad Noor merupakan 'adik tingkat' dari Bung Karno.
2 waduk di Indonesia yakni waduk Riam Kanan dan Karang Kates di Jawa Timur; dicanangkan ketika beliau menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum.
Ir. H. Pangeran Muhammad Noor adalah 'intah' (cucu dari cucu) dari Sultan Adam Al-Watsiq Billah. (Many Sources)
Penulis : Imi Surya Putra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.